Madridista

MY ARTIKEL

Rabu, 20 Juni 2012

Mendaki Gunung Yang Aman & Nyaman

Seorang pendaki gunung pada dasarnya menghadapi dua jenis rintangan ketika melakukan kegiatannya. Rintangan yang pertama sifatnya ekstern, artinya datang dari obyek yang sedang dihadapi. Obyek itu adalah gunung, dan rintangan yang dihadapi berupa cuaca atau medan berat. Bahaya yang ditimbulkannya disebut bahaya obyek (objective danger).
Rintangan jenis kedua sifatnya intern, yaitu datang dari si pendaki gunung itu sendiri. Kalau si pendaki gunung itu tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka rintangan itu datang dari dirinya sendiri. Bahaya timbul disebut bahaya subyek (subjective danger).


Di Indonesia, bahaya obyek bagi pendaki gunung secara umum tidak terlalu besar. Keterjalan gunung-gunungnya relatif tak seberapa, cuacanya pun hanya dipengaruhi oleh dua musim, musim kering dan musim hujan. Suhu udara tidak terlalu dingin, terutama dibandingkan dengan gunung-gunung di daerah subtropis. kalau akhir-akhir ini terlansir berita mengenai kecelakaan di gunung, maka kesalahan banyak dilakukan oleh si pendaki, dari banyak segi masih belum memadai. perlengkapan mendaki gunung adalah pokok pemikiran pertama bagi setiap pendaki gunung.

Gunung dengan segala aspeknya merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita, lebih-lebih bagi mereka yang hidup di dataran rendah. Itulah sebabnya mengapa kita memerlukan perlengkapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di gunung. Perlengkapan yang baik adalah salah satu usahauntuk mengurangi bahaya di gunung, baik obyek maupunsubyek.

SEPATU
Kegiatan utama dalam mendaki gunung adalah berjalan. Ini berarti perlindungan terhadap kaki harus benar-benar diperhatikan. kaki harus terlindung dari kemungkinan terluka karena duri atau batu yang terdapat di sepanjang perjalanann. Sepasang sepatu yang baiklah yang akan melindungi kaki yang gemar berjalan. Hal pertama yang harusa diperhatikan ketika memilih sepatu untuk mendaki gunung adalah solnya. Jangan memilih sepatu yang mudah tergelincir, misalnya karena solnya dari kulit. Pilihlah sepatu yang solnya dari karet atau sintetis, terutama yang memakai tumit. Sol karet dengan kembang yang besar akn membantu kaki menunjang badan dengan baik di gunung.
Di Indonesia, sepatu tentara yang banyak di jual di pasaran merupakan pilihan yang cukup baik untuk mendaki gunung.

RANSEL
Memang banyak cara yang bisa dipakai untuk membawa barang yang diperlukan untuk mendaki gunung. Bagi yang sudah terbiasa, beban yang berat bisa dipikul atau dicangking di sebelah bahu dengan tas biasa. Tetapi bagi yang tak biasa, beban berat yang jatuh di pinggang atau ditahan oleh sebelah bahu akan sangat menyiksa. Untuk mereka, ransel merupakan wadah yang baik untuk barang-barang yang diperlukan di gunung.
Dengan ransel, beban akan ditahan oleh kedua bahu secara merata. Titik berat beban itu jatuh di tulang yang kuat, yaitu tulang belakang. Berat beban di dalam ransel akan ditahan secara sempurna oleh kedua bahu kalau pengepakan barang-barangnya tepat.
Barang yang paling berat harus diletakkan di bagian atas. Hal ini penting dilakukan agar berat keseluruhan beban di rasnel itu tidak jatuh di pinggang atau punggung. Dengan berpegang pada prinsi di atas, maka fungsi ransel sebagai pembawa beban akan tercapai dengan baik.

PAKAIAN
Pakaian dari bahan katun cukup baik untuk mendaki gunung, terutama karena kemampuannya menyerap keringat. Sayangnya pakaian dari bahan ini tidak mampu menjaga badan agar tetap hangat apabila basah, misalnya dalam keringat. Karena itu, seorang pendaki gunung harus amembawa pula pakaian cadangan secukupnya. Bahan yang paling baik untuk pakaian mendaki gunung adalah wol. Bahan ini masih mampu menjaga kehangatan badan kendati basah, juga cepat mengering kembali.


Kesalahan yang paling mendasar yang dilakukan pendaki gunung b e r p e n g a l a m a n sekalipun adalah mengenakan celana atau jaket dari bahan jeans. Bahan ini memang nampak kuat dan praktis, tetapi sulit sekali kering apabila basah. Kalau sudah basah celana atau jaket jeans menjadi lebih berat lagi. Suhu udara di gunung yang dingin akan terasa lebih dingin lagi kalau kita memakai pakaian dari bahan jeans.
Selain pakaian untuk jalan, pendaki gunung juga memerlukan pakaian untuk menghangatkan badan, terutama ketika sedang berhenti atau berisatirahat. Baju tebal dari wol, misalnya sweater, merupakan pilihan yang cukup baik untuk di gunung.


Pakaian atau jaket hangat lainnya yang hanya terdapat di pasaran juga baik, asal sudah diperhitungkan kemampuannya untuk menghangatkan badan. Kalau perlu, bawalah beberapa pakaian hangat sekaligus, tentu dengan memperhatikan masalah praktisnya. Masalah yang lain yang harus diperhatikan adalah usaha untuk menjaga agar pakaian dalam ransel tidak basah oleh hujan. Pergunakanlah kantung plastik yang besar untuk membungkus pakaianpakaian itu. Kalau perlu gunakan beberapa kantung plastik sekaligus. Jangan membiarkan pakaian-pakaian itu basah. Gunung-gunung di Indonesia biasanya curah hujannya tinggi. Perlengkapan untuk menahan hujan menjadi begitu penting disini. Banyak kecelakaan di Indonesia pada dasarnya berpangkal dari perlengkapan hujan yang tidak di bawa. Kematian yang mengakhiri kisah perjalanan di gunung kebanyakan karena kelalaian ini, karena si korban tidak mampu menahan dingin karena kebasahan.


Jaket hujan yang dilengkapi celananya membuat gerakan si pendaki bebas. Ponco untuk hujan juga pilihan yang baik, karena bisa sekaligus dipakai untuk menutupi ransel. ponco juga tidak menyebabkan keringat tertahan sehingga menyebabkan kondensasi di permukaan kulit kita. Lagi pula ponco bisa dipakai untuk kegunaan lain, seperti bivak, alas tidur atau duduk, menampung air dan menutupi barang di luar ketika kita sedang beristirahat di dalam tenda. Pemilihan warna untuk pakaian mendaki gunung bukan hanya berdasar selera. Untuk memudahkan orang lain melihat kita, terutama kalau terjadi kecelakaan, dianjurkan pendaki gunung memakai pakaian yang berwarna mencolok, misalnya merah, kuning atau oranye. Dengan pertimbangan yang sama, usahakan pula memilih warna yang mencolok untuk perlengkapan lainnya, seperti ransel, ponco, jaket dan sebagainya.

TENDA
Seorang pendaki gunung yang seharian penuh berjalan membutuhkan istirahat yang cukup untuk mengembalikan tenaga. Untuk itu dibutuhkan tempat istirahat yang nyaman, aman dari gangguan dingin dan hujan. Ceruk batu atau gua yang kering merupakan tempat yang baik untuk istirahat, tetapi sayang bentukan alam yang seperti ini sukar dijumpai di gunung.

Pondok dari batang dan ranting pohon dapat saja dibuat, tetapi di gunung tidak selalu diperoleh bahan-bahannya yang baik. Tenda adalah tempat yang paling baik bagi pendaki gunung yang lelah. Beberapa hal harus diperhatikan ketika memilih tenda untuk mendaki gunung. Pertama, tenda harus terbuat daru abhan yang benar-benar kedap air. Tenda dari kanvas yang banyak dijual di pinggir pinggir jalan tentu tidak baik untuk perlengkapan mendaki gunung, karena tenda jenis ini tidak mampu menahan hujan lebat. Kedua periksalah apakah tenda ini tidak lembab di dalamnya. Tenda yang terlalu rapat (tanpa ventilasi) menyebabkan udara panas di dalam tenda tertahan sehingga menyebabkan kondensasi, artinya lembab dan basah. Seperti yang sudah disebutkan, ponco dapat pula dipakai untuk membuat bivak untuk pengganti tenda. Selain ponco, untuk fungsi yang sama dapat digunakan lembaran plastik yang lebar. Ponco atau plastik ini dipakai sebagai atap dengan tiang dari ranting atau batang pohon. Ini usaha minimal yang praktis dan murah yang bisa dilakukan bila tidak tersedia tenda.

PERLENGKAPAN TIDUR


Pakaian tebal, terutama dari wol mungkin sudah cukup untuk tidur di gunung-gunung di Indonesia umumnya. Tetapi ini tergantung pada masing-masiang orang, karena mereka yang terbiasa hidup di daerah panas tentu tak setahan mereka ynag biasa hidup di daerah dingin. Sarung atau selimut mungkin cukup hangat untuk di gunung, tetapi penggunaannya masih kurang praktis. Yang terbaik adalah sarung tidur (sleeping bag) yang mampu menutupi seluruh tubuh dengan baik, kecuali bagian kepala atau muka. Untuk menutupi bagian kepala,topi dari wol yang disebut balaklava adalah pililhan yang terbaik. Topi ini bisa menutupi seluruh kepala sekaligus, kecuali bagian mata dan hidung. Topi jenis ini juga dapat dilipat-lipat, sehingga kalau perlu bagian yang menutupi muka bisa dibuka. Hawa dingin dari tanah yang kita tiduri sering kali masih terasa, kendati sudah memakai kantung tidur. Untuk menanggulanginya, tanah yang ditiduri dialasi dulu dengan plastik atau daun-daunan. Matras yang banyak dijual di pasaran akan baik sekali bila digunakan sebagai alas. Matras yang praktis adalah yang bisa dilipat dan digelembungkan dengan tiupan mulut. Matras yang terbuat dari karet busa juga pilihan yang baik karena kemampuannya menyekat hawa dingin dari tanah, meskipun kurang praktis karena tidak bisa dilipat kecil.

PERLENGKAPAN MASAK

Memasak dengan kayu bakar memang perlu diketahui caranya. akan tetapi gunung di Indonesia biasanya lembab dan basah, karena curah hujannya tinggi.. Kayu dari pohon gunung itu umumnya basah, sehingga membuat perapian dari kayu akan memakan waktu dan tidak jarang menghabiskan banyak korek api. Untuk menghindarkan dari kemungkinan tak bisa masak karena tidak ditemukan kayu yang kering, maka sebaiknya pendaki membawa kompor yang kecil dan praktis.


Di beberapa kota besar di Indonesia bisa diperoleh kompor gas yang kecil dan sangat praktis untuk perlengkapan mendaki gunung. Dengan beberapa tabung gas cadangan, penggunaan kompor ini memang sangat membantu. Api yang dihasilkan oleh kompor ini juga baik sekali, artinya cepat panas dan tidak mengotori panci. Sayangnya, kompor ini harganya cukup mahal, lagi pula masih susah mencarinya.


Jenis kompor yang praktis dan banyak di pasaran adalah kompor pompa yang berisi minyak tanah sebagai bahan bakarnya. Harga kompor dan bahan bakarnya relatif murah, lagi pula sangat praktis bila dipakai untuk perjalanan lama (seminggu atau lebih).
Kekurangannya adalah beratnya dan kita pun harus amembawa cadangan minyak tanah, juga apinya tidak terlalu panas dan menyebabkan panci kotor dan berkerak. Jangan mengambil resiko dengan membawa korek api tanpa dibungkus plastik atau terlindung dari kemungkinan basah. Cara yang terbaik adalah memasukkan batang-batang korek api beserta kertas pemantikkanya ke dalam tabung bekas film. Tabung ini keda[p air, tetapi tidakl ada salahnya kalau batang-batang kerek api beserta pemantiknya dibungkus dengan plastik, baru dimauskkan ke dalamnya. Sebagai wadah untuk memasak, pilihlah panci yang kecil dan praktis.. Di Indonesia, model panci susun yang disebut nesting merupakan pilihan yang tebaik. Dengan prinsip yang sama, yaitu kecil dan praktis, pilih juga cangkir, sendok dan pisau. jangan lupa membawa botol air dari logam atau plastik. Gunung tidak selalu menjanjikan air yang cukup di sepanjang perjalanan menuju puncaknya.

MAKANAN


Makanan yang praktis buat mendaki gunung adalah makanan yang siap pakai (instan). Makanan jenis ini cepat masaknya, sehingga banyak waktu dan bahan bakar yang dapat dihemat. Kebiasaan makan nasi di gunung harus dikurangi, kalau bisa ditinggalkan untuk sementara. Masalahnya memasak nasi membutuhkan waktu yang lama, sehingga menghabiskan banyak bahan bakar. Fungsi beras bisa digantikan dengan makanan siap pakai yang banyak mengandung hidrat arang, misalnya mie instant, biskuit, roti, coklat dan sebagainya. Pengaturan makanan seaiknya mempertimbangkan kemudahan-kemudahan, terutama ketika sedang dalam perjalanan. Makan pagi harus diusahakan terdiri dari makanan yang mudah masak dan hangat, misalnya Supermie atau havermouth. Ini berdasarkan pertimbangan bahwa perjalanan hari itu harus dimulai sepagi mungkin, menjaga kemungkinan cuaca buruk yang bisa datang sewaktu-waktu.. Untuk makan siang, sebaiknya tidak mengeluarkan makanan yang harus dimasak terlebih dulu, karena hal ini akan memakan waktu yang lama. Meskipun demikian makanan ini harus tetap mengandung hidrat arang yang cukup, misalnya saja coklat, biskuit atau roti. Barulah pada waktu makan malam kita memasak makanan sepuasnya, karena saat itu sedang beristirahat dan punya banyak waktu.

PERLENGKAPAN LAIN


Selain obat-obatan pribadi, setiap kelompok mendaki gunung harus membawa perlengkapan P3K. Perlengkapan lain adalah senter, parang, kompas, altimeter dan pete. Tentu saja perlengkapan lainnya masih ada, tetapi minimal perlengkapan di atas sudah mencukupi.

DAFTAR PERLENGKAPAN

Biasanya membuat daftar perlengkapan sebagai usaha untuk mengecek (check list) kekurangan-kekurangan yang mungkin ada. Setiap orang mempunyai perlengkapan yang mungkin berbeda, tetapi fungsinya bisa sama. Karena itu daftar perlengkapan setiap orang juga bisa berbeda. Sebagai patokan minimall, daftar perlengkapan di bawah ini bisa di gunakan :


1. ransel
2. sepatu mendaki
3. kaus kaki (dengan cadangannya)
4. celana untuk jalan
5. celana untuk tidur
6. baju untuk jalan
7. baju untuk tidur (sweater, baju wol dsb)
8. kantung palstik besar (untukmembungkus pakaian)
9. balaklava
10. ponco/jaket hujan
11. senter (berikut baterai cadangan)
12. botol air
13. golok dan pisau
14. peta
15. kompas dan altimeter
16. buku catatan dan ballpoint
17. tenda atau plastik untuk bivak
18. kantung tidur
19. alas tidur (matras tiup atau matras karet busa)
20. kompor dan minyak tanah(atau kompor gas)
21. panci/nesting
22. korek api
23. sendok dan cangkir
24. makanan
25.perlengkapan dan obat P3K



PERSIAPAN FISIK


Selain peralatan, persiapan yang tak kalah penting untuk mendaki gunung adalah persiapan fisik atu kesegaran jasmani. Dasar yang paling penting bagi pendaki gunung adalah tenaga aerobik, sebab kegiatannya sangat dipengaruhi oleh transport oksigen melalui peredaran darah kepada otot-otot badan. Untuk ini, seorang pendaki gunung harus melakukan latihan-latihan aerobik seara teratur, yaitu lari atau berspeda. Selain aerobik, perlu juga dilatih kekuatan dan ketahanan otot, terutama otot-otot yang banyak digunakan dalam mendaki gunung. Otot-otot itu adalah bahu, punggung, pinggang dan kaki. Untuk itu, pendaki gunung harus pula melatih berlatih dengan menggunakan beban seperti mengangkat barbel dan sejenisnya.

PENGETAHUAN MEDAN


Untuk menguasai medan yang akan dihadapi, seorang pendaki gunung harus menguasai pengetahuan membaca peta dan menggunakan kompas serta altimeter. Pokok penting adalah membayangkan bentukan gunung itu melalui garis-garis kontur yang ada di peta. Dengan melihat garis-garis kontur itu, kita bisa membayangkan medan di gunung yang berupa pegunungan, lembah, sadel, tebing curam, puncak dan sebagainya. Sebuah lintasan yang aman kemudian direncanakan dengan memperhatikan garis-garis kontur itu. Cara lain untuk mengetahui medan yang akan dihadapi adalah dengan bertanya pada orang-orang yang pernah mendaki gunung bersangkutan. Tetapi cara yang terbaik adalah mengikutsertakan orang yang pernah mendaki gunung itu bersama kita, misalnya penduduk sebagai petunjuk jalan. Tak ada gunanya malu atau segan membawa petunjuk jalan


Memperkirakan waktu pendakian perlu juga dilakukan. Ini terutama berguna untuk persiapan makanan. di jalan datar, jarak empat atau lima kilo meter dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Di gunung, perhitungan seperti itu tidak berlaku. Mungkin perbedaan ketinggian merupakan satu cara yang lebih baik untuk memperhitungkan waktu tempuh suatu pendakian, kendati masih tergantung pada tingkat kecuraman gunung tersebut. Sebagai patokan, perbedaan tinggi 100 sampai 500 meter rata-rata dapat ditempuh selama satu jam.

TEKNIK MENDAKI


Teknik mendaki pada dasarnya adalah berjalan. Berjalan di gunung harus dilakukan dengan langkah kecil-kecil. Langkah yang terlalu lebar akan merusah keseimbangan badan, karena medan di gunung curam dan berat badan kita sudah bertambah dengan beban di punggung. Kalau fisik baik, seorang pendaki gunung umumnya dapat berjalan dua atau tiga jam tanpa istirahat. Sebagai ukuran minimal, berjalan satu jam dengan istirahat sepuluh menit adalah sudahcukup baik.


Ikuti jalan setapak yang sudah ada. Di gunung, jalan s e t a p a k b i a s a n y a berkelok-kelok m e n g i k u ti kontur alam, sehingga tidak t e r l a l u menanjak. Tak usah memotong jalan setapak yang berkelokkelok itu. Lintasan biasanya curam, lagi pula merusak jalan setapak yang sudah ada. Tak usah segan untuk kembali turun dan memeriksa jalan setapak yang ada, seandainya lintasan di depan meragukan.


Menuruni gunung tidak semudah yang diperkirakan banyak orang. Justru kecelakaan sering terjadi ketika pendaki sedang menuruni gunung. Badan yang lelah dan beban di punggung yang terasa semakin berat meyebabkan persoalan tersendiri dalam menuruni gunung.

Seluruh berat badan mendorong kita ke bawah, sehingga kaki mendapat beban yang lebih berat lagi ketimbang kalu kita sedang mendaki. Otot kaki bekerja lebih berat, sehingga kemungkinan tergelincir, terkilir atau terguling menjadi lebih besar. Kehilanngan jalan setapak sering kali terjadi ketika sedang menuruni gunung. Rasa lelah dan langkah yang lebih cepat ketika turun, seringkali menyebabkan erhatian terhadap jalan setapak menuurn.


Kalau akhirnya kita terpaksa menuruni gunung tanpa mengikuti jalan setapak, primsip yang harus dipegang teguh adalah : ikuti punggungan gunung.
Kesalahan yang sering dilakukan oleh pendaki pemula adalah mengikuti aliran sungai. Sungai menurut perhitungan mereka, menuju ke bawah dan biasanya melewati kampung. Di gunung perhitungan ini tidak bisa dipakai, karena sungai di sini bisa membentuk air terjun dan berada di dasar jurang yang dalam.


Mengikuti sungai di gunung menjadi sangat berbahaya. Kalau memang mau mengikuti sungai, lakukanlah itu dari atas punggungan gunung. Jangan mengikutinya di sungai itu sendiri.

PENYAKIT GUNUNG


Suhu udara gunung-gunung di Indonesia berkisar antara 12-7 derajat celcius. Dengan perlengkapan yang baik, suhu udara seperti ini sebenarnya tidak terlampau dingin. Tetapi adalah kenyataan, bahwa kematian yang banyak terjadi di gunung Indonesia disebabkan karena udara yang dingin ini. Penyebabnya tak lain adalah perlengkapan yang kurang, terutama untuk menahan hujan. Pakaian yang basah dan badan yang tak terlindung dari angin adalah penyebab utama kecelakaan itu. Pakaian yang basah mengurangi nilai insulasi (kemampuan menahan panas) sampai 90%.


Di Indonesia kecelakaan yang banyak terjadi adalah exposure (kehilangan panas badan), terutama disebabkan karena hipotermia (menurunnya suhu badan). Masalahnya ternyata bukan karena udara gunung yang dingin, tetapi karena badan yang basah karena hujan. Suhu badan yang menurun hingga 20 derajat Celcius akan menyebabkan kematian seseorang.


Orang yang terkena hipotermia menunjukkan gejala-gejala : menggigil secara berlebihan, berbicara kacau, lambat, membuat gerakan-gerakan ngawur, berkurang ingatan dan berfikir sistematis, jalan sempoyongan dan kaki sering tersandung, tampak letih sekali, susah berdiri walau baru istirahat dan mengantuk terus.


Apa yang harus kita lakukan bila melihat gejala-gejala tersebut ? Pertama, usahakan agar kita tidak tertidur. Tidur membuat kita kehilangan kesadaran, sehingga badan tak mau lagi menghangatkan diri. Biarkanlah badan menggigil karena gerakan ini menghasilkan panas yang setara dengan lari-lari kecil atau dua batang coklat ukuran sedang yang dimakan setiap jam. Inii adalah usaha secar biologis dari badan kita untuk tetap mempertahankan suhu badan.


Segeralah memakai pakaian kering. Hindari tempat yang banyak angin. Kalau mungkin, buatlah api unggun untuk menghangatkan badan. Dirikanlah tenda atau bivak, lalu masuk ke kantung tidur. Letakkan alas tidur yang kering sebelum berbaring. Jangan biarkan badan dipengaruhi dinginnya tanah. Usahakan untuk memasak air dan makanan, terutama yang manis dan mengandung banyak hidrat arang. tetap bertahan hingga suhu badan normal.


Semakin tinggi suatu daerah, semakin tipis kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas seorang pendaki gunung karena hipoksia (kekurangan oksigen). Kapasitas kerja fisik akan menurun. Memang tidak semua pendaki gunung akan mengalami hal yang sama, karena pengaruh kekurangaan oksigen itu tergantung pada masing-masing individu, terutama kesegaran jasmaninya. Ada pendaki gunung yang sudah terkena pengaruh pada ketinggian 200 meter, tetapi ada yang baru merasakannya pada ketinggian 4000 meter.


Pendaki yang terkenaapengaruh hipoksia akan memperlihatkan gejala-gejala yang disebut penyakit gunungí (mountain sickness). Biasanya gejala ini muncul karena si pendaki gunung terlalu cepat mencapai suatu ketinggian. Munculnya pun setelah beberapa jam setelah si pendaki mencapai ketinggian itu. Kumpulan gejala itu adalah sakit kepala, sesak nafas, tidak nafsu makan, mual, muntah, diare, sakit perut, kemampuan mental dan ketajaman berfikir menurun, badan terasa lemas, perasaan malas sekali, tidak dapat tidur, tangan dan bibir menjadi biru dan denyut jantung berdenyut lebih cepat daripada biasanya. Biasanya gejala-gejala ini akan menghilang setelah beristirahat selama 24 jam sampai 48 jam. Kalau ini tidak berhasil, maka penanggulangan yang tepat adalah secepatnya turun dan mengurangi ketinggian. Kalau sudah begitu umumnya gejala-gejala itu akan berkurang setelah turun sekitar 500 atau 600 meter dari kektinggian semula.


Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit yang muncul di gunung sebenarnya faktor yang dapat diperhitungkan. Seseorang yang sudah siap, baik perlengkapan maupun fisik, akan dengan mudah menghindarkan diri dari kemungkinan terkena penyakit yang biasanya menyerang di gunung. kemungkinan lain memang ada, misalnya terjatuh, tetapi masalahnya pun tetap sama, yaitu persiapan yang baik


Banyak orang yang sering pergi mendaki gunung, menjelajahi hutan, atau menyusuri pantai, tapi banyak pula dikabarkan ada orang yang tersesat. Padahal, mereka mungkin telah berteriak keras untuk minta pertolongan. Tidak mustahil mereka telah mencoba berbagai macam jalan, dari jalan setapak, jalan tikus, terobosan babi sampai jalan penebang kayu. Tapi hasilnya justru terperosok semakin jauh ke dalam hutan. Pada saat yang sama mungkin tim SAR sedang bearusaha mencari mereka.


Tapi kembali dengan tangan kosong karena tidak ada petunjuk. Hal itu sangat mungkin terjadi jika seseorang memasuki hutan tapi tidak menguasai teknik komunikasi alam. Padahal itu tidak sukar. Paling sedikit anda dapat mengenali jalan yang telah dilewati.
Lebih jauh anda dapat membantu rekan atau siapa saja yang ada di belakang anda untuk mengikuti arah yang telah anda buat.


Di alam bebas, komunikasi isyarat mempunyai kedudukan yang sama pentingnya dengan komunikasi lesan melalui radio atau pesan tertulis. Komunikasi isyarat dapat dilakukan dengan menggunakan bebatuan, ranting, tanah berlumpur, rumput, semak-seamk dan sebagainya. Dapat juga melalui semaphore, morse atau asap. Atau isyarat visual lainnya seperti kain engan warna mencolok. Bisa juga dengan menempatkan batu besar bertumpuk dengan batu kecil di persimpangan jalan untuk memberi tahu arah mana yang dilewati. Dapat juga dengan menyusun batu m e n y u d u t membentuk kerucut. Arah yang dituju diberitahukan melalui peletakan batu di puncak kerucut. Ikatan rumput dapat juga digunakan untuk menunjukkan arah, yaitu dengan membentuk puncak ikatan kearah yang kita tempuh.

Di sini perlu ekstra waspada dengan semak-semak.
Semak-semak biasa tumbuh menutupi jalur serapak yang jarang dilalui. Semak juga mudah sekali timbuh pada musim hujan yang berkelembaban tinggi. Meski baru dua minggu ditebas, semak sudah tumbuh lebat.


Torehan pada pohon dapat dimanfaatkan, dibuat setiap 5-15 meter. Bekas tebasan atau torehan sekaligus dapat mengisyaratkan berapa lama jejak telah dibuat, yakni dengan menghitung apakah torehannya masih terlihat baru atau sudah lama. Dari perkiraan itu dapat diperkirakan berapa lama anda dapat menyusul teman anda. Pada jalur setapak yang bertanah liat, jejak sepatu ataupun jejak jejak hewan akan tercetak jelas. Kau ada jejak-jejak lama, maka anda dapt membandingkan dengan jejak baru. Dengan demikian dapat diperkirakan kondisi tanah dan cuaca satu atau dua hari sebelumnya. Juga untuk memperkirakan siapa dan berapa orang yang membuat jalan tersebut.


Dalam memberikan isyarat ada elompok yang lebih senang mengikatkan tali rafia dengan warna mencolok misalnya merah pada ranting daripada melukai pohon. Ada pula yang memberitahukan keberadaannya dengan membuang barang-barang kecil seperti bungkus permen, bungkus korek api atau bungkus rokok. Dengan mengenali barang-barang tersebut, anda dapat menerka identitas pembuat jejak.


Tapi cara ini hanya boleh dilakukan kalau keadaan benar-benar darurat, karena cara tersebut tidak beda dengan membuang sampah sembarangan. Syal pecinta alam yang berwarna kontras, dapat juga dipakai untuk menyampaikan segala macam informasi melalui kode semaphore, atau petunjuk arah dalam keadaan darurat. Cara dengan merobek kecil-kecil dan mengikatkan pada ranting. Selain itu peluit merupakan alat yang murah dan efektif yang dapat digunakan untuk memberitahukan keadaan anda.


Demikian juga dengan cermin dan senter. Hal penting yang perlu anda perhatikan sebelum masuk hutan adalah mempersiapkan kelengkapan seperti kompas, peta serta obatobatan. Tapi jika anda tidak punya, matahari dapat digunakan untuk menunjukkan arah, juga aliran arah sungai. Satu hal lagi, usahakan anda mengenal daerah yang dilalui dengan memperhatikan pohon-pohon besar atau tanda lain yang mudah diingat. Jika anda tersesat di hutan, dalam mencari tempat tidur, usahakan tetap tenang. Kepanikan akan menyebabkan anda melakukan tindakan yang semakin memperburuk keadaan. Jika anda kemalamam atau kehujanan, maka beristirahatlah.


Hematlah penggunaan makanan dan tenaga. Untuk istirahat anda dapat mencari tempat-tempat yang aman seperti pohon, di ceruk atau di bawah tebing yang kokoh. Untuk menginap, anda dapat mencari daerah yang berdekatan dengan sumber air, tapi hati-hati terhadap banjir bandang terutama di daerah pegunungan. Kemudian perhatikan juga keamanan dari hewan liar liar seperti gajah dan ular. Disarankan untuk memubat api unggun atau yang dapat menyebabkan hewan tersebut menghindar. Bila di pegunungan sebaiknya menghindari tidur di bagian punggung gunung, karena daerah tersebut merupakan jalur lintasan satwa yang mungkin membahayakan. Sebelum meutuskan tempat menginap, ada baiknya jika anda melihat-lihat terlebuh dahulu keadaan sekitar anda dengan maemperhatikan jejak-jejak hewan yang ada.


Mencari atau membuat tempat tidur yang nyaman dan aman mutlak diperlukan, apalagi jika besok harus melkukan kegiatan yang memerlukan tenaga. Mencari tempat tidur yang rata pada umumnya tidak masalah, karena kita dapat membangun tenda atau bivak. Tapi jika harus mendaki gunung atau berada pada daerah punggung gunug yang tanahnya tidak rata atau bahkan harus bermalam di rawa berair, maka perlu mengetahui cara membuat tempat tidur yang yaman dan aman.


Membuat tempat tidur di rawa dan gunung, bermalam di rawa berair terpaksa dilakukan karena sesuatu hal yang membuat anda tidak mungkin mencari dan menemukan daratan. Bila demikian yang terjadi, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Jika rawa tersebut bayak ditumbuhi pohon ysng cukup rapat, anda dapat beristirahat atau tidur dengan menggunakan tempat tidur gantung (hamek) yang diikatkan kedua sisinya pada pohon, atau jika anda tidak membawa tempat tidur gantung , maka anda dapat membuat semacam rakit dengan menyusun kayu kering bertumpuk-tumpuk. Bagian teratas rakit tersebut disusun kayu dengan rapi, rapat dan rata.


Dapat juga dilapis rumput agar lebih empuk dan dialasi plastik. Rakit yang dibuat sebaiknya cukup tinggi, agar tidak basah oleh air rawa dan aman dari gangguan hewan air seperti ular dan lintah.


Cara lainnya dengan karung. Hal ini dilakukan jika daerah rawa mempunyai pepohonan yang cukup padat. Caranya masing-masing orang menggunakan dua buah karung.
Kedua ujung karung tersebut dilubangi dan ditusuk dengan kayu seukuran lengan (kira-kira tidak patah untuk dinaiki) yang panjangnya sekitar dua meter. Kedua karung yang telah ditusuk tersebut dapat digunakan sebagai alas, diikatkan pada pohon yang terdapat di rawa.

Jadilah anda membuat tempat tidur gantung darurat yang aman dan
nyaman. Bagian mulut karung sebaiknya menghadap ke dalam (saling bertemu). Gunanya, bila dingin anda dapat masuk karung (tempat tidur darurat) yang juga berfungsi sebagai sarung.


Di rawa biasanya banyak nyamuk. Untuk mengatasinya dapat menggunakan obat nyamuk bakar yang digantung pada tempat dekat dengan tempat tidur. Hal ini lebih efektif daripada menggunakan obat nyamuk semprot yang akan segera hilang setelah beberapa saat.
Sedang penggunaan obat nyamuk lain yang dioleskan ke tubuh mungkin akan memberikan efek samping bagi tubuh.


Untuk membuat tempat tidur di daerah pegunungan yang mempunyai tanah tidak rata, secara umum sama dengan embuat tempat tidur di rawa. Tapi di daerah pegunungan biasanya lebih dingin dan kita dapat menghangatkan badan dengan membuat api unggun atau menghidupkan lilin/arang/batubara dibawag tempat tidur kita.

Mencari makan


Karena terlalu lama tersesat, maka persediaan makanan yang anda bawa habis, sedang anda belum tahu berapa lama lagi anda harus berada di hutan. Cara yang dapat dilakukan adalah maencari makanan di hutan. Sebagian jenis hewan dapat dimakan. Untuk menghemat tenaga dan menjaga kelestarian alam sebaiknya mengkonsumsi tumbuhan.
Karena ada jenis tumbuhan yang mengandung racun, maka untuk mengenali tumbuhan yang dapat dimakan bisa dengan memperhatikan hewan-hewan yang ada. Umumnya tumbuhan yang dimakan hewan terutama primata seperti monyet, dapat juga dimakan manusia.


Perhatikan pula bagian-bagian mana yang menjadi makanan hewan. Misalnya jika beruk makan buah, maka harus dilihat apakah daging buah, biji atau bagian lain yang dimakan beruk. Tumbuhan yang dapat dimakan biasanya tidak mengeluarkan getah putih jika pucuknya dipotong. Ada beberapa macam tumbuhan hutan yang mudah dikenali dan dapat dimakan seperti rambutan hutan (rasanya sangat asam dan lebih enak jika dikunyah bersama bijinya), durian hutan, pucuk dan buah kedongdong, buah gandaria, berbagai jenis pakupakuan,juga rebung (bambu muda), dan berbagai umbi-umbian. Atau dapat juga bonggol/empulur batang pisang atau umbut rotan muda. Jika kehabisan air, sementara sumber air sangat sulit di dapat, anda dapat memperoleh air dengan memotong liana. Liana ada beberapa macam, dan yang biasanya digunakan adalah yang berwarna kemerah-merahan/ kekuningan (Serabakbak, Lpg).


Caranya, potong liana kira-kira satu meter, maka akan keluar airnya. Ciri-ciri air liana yang dapat diminum adalah jika air yang keluar jernih dan rasanya tawar.jika air yang keluar berbusa, maka tunggulah sampai busa tersebut hilang. Atau cari liana yang tidak mrngeluarkan busa, karena jenis liana ini dapat memabukkan. Tumbuhan lain yang banyak menyimpan air adalah bambu. Anda dapat mengambil airnya dengan melubangi ruas bambu bagian bawah. Kadang, jumlah air pada bambu ini sangat banyak dan rasanya tawar.
Selamat menjelah hutan.
(Norman Edwin : Mendaki Gunung Sebuah Tantangan Petualangan)


Minggu, 15 Januari 2012

Mahmoud Ahmadinejad

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pastiyang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.


3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh.

sebegitu sederhanakah dia?
Andai sj kt memiliki pemimpin seperti dia.,.,.[!]

Mahmoud Ahmadinejad

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pastiyang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.


3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh.

sebegitu sederhanakah dia?
Andai sj kt memiliki pemimpin seperti dia.,.,.[!]

Jumat, 13 Januari 2012

Soe Hok Gie


Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.
Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.
Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.

Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.
24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”

Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.
Catatan Seorang Demonstran

John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.
Kata Kata Soe Hok Gie
  • Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
  • Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
  • Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
  • Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
  • Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
  • Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
  • Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
  • Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
  • Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
  • Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
  • Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
  • Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
  • To be a human is to be destroyed.
  • Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
  • Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
  • I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
  • Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
  • Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
  • Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
  • Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
  • Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah, 
    Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza, 
    Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku…. 
    Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu 
    Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi 
    Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang 
    Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra 
    Tapi aku ingin mati disisi mu manisku 

    Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya 
    Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu 
    Mari sini sayangngku 
    Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku 
    Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang 
    Kita tak pernah menanamkan apa-apa 
    Kita takkan pernah kehilangan apa-apa 
    Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir 
    Yang kedua dilahirkan tapi mati muda 
    Dan yang tersial adalah berumur tua 
    Berbahagialah mereka yang mati muda 
    Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada 
    Berbahagialah dalam ketiadaanmu
     

Sabtu, 17 Desember 2011

TIDAK CUKUP SEKEDAR KRITERIA AKADEMIS


MENYANDANG predikat mahasiswa berprestasi  atau mahasiswa teladan merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap mahasiswa.Dengan predikat mahasiswa berprestasi berarti ia adalah mahasiswa dengan berbagai kelebihan diatas rata-rata mahasiswa pada umumnya .Selain itu juga menimbulkan kebanggaan tersendiri  bagi Orang tua,lingkungan sekitar,dan tentu saja almamater tempat dia kuliah.Seseorang yang menjadi teladan akan mendapat keistimewaan dan kemudahan dalam berbagai hal.Misalnya adalah kemudahan dalam memperoleh Beasiswa,memiliki kedekatan dengan dosen,dan berbagai kemudahan dalam perkara akademik lainnya.Pendek kata predikat mahasiswa berprestasi yang disandang seseorang akan banyak memberi  mamfaat bagi dirinya dan lingkungan di sekitarnya.Landasan berfikir bahwa kriteria prestasi seseorang mesti diukur dengan kriteria akademis tidak bias lepas dari pandangan pragmatis matematis yang memandang bahwa prestasi adalah sesuatu yang harus bisa diukur secara jelas dengan menggunakan angka.Dengan angka dapat diketahui si A lebih berprestasi dari si B ,dengan margin sekian dan sebagainya.Tafsiran angka ini mereduksi  sisi lain dari seorang mahasiswa diluar kemampuan akademisnya.Sehingga meskipun seorang mahasiswa memiliki sifat yang egois ,tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya,tidak memiliki empati terhadap sesamanya,tetaplah ia seseorang yang berprestasi dimata sebagian besar orang,asalkan kemampuan akademisnya bagus.Hal ini tentu saja mengabaikan sisi manusiawi diluar kemampuan akademis seseorang.Seorang manusia bukanlah mesin yang hanya bisa diukur produktifitas dan prestasinya berdasar output yang bisa diukur dengan angka,tetapi dia adalah pribadi unik yang mesti dipandang secara utuh sisi-sisi manusiawinya.Menilai prestasi seseorang hanya dengan mengukur kemampuan akademisnya pada dasarnya baru mengukur manusia dari kulit luarnya saja.Ukuran akademis tidak akan mampu menjangkau sisi-sisi terdalam dari manusia,seperti kemampuannya untuk memberikan mamfaat kepada sesamanya.
                                                      
Kriteria selain kademis
Model pendidikan pragmatis hanya menghasilkan sosok manusia seperti halnya mesin produksi yang tujuannya adalah menghasilakan materi semata,sehingga akhirnya memunculkan orang-orang yang egois,apatis,dan terkadang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.Lihatlah betapa banyak orang pintar dan cerdas di negeri ini,betapa banyak orang dengan berbagai gelar dan prestasi akademik yang dimiliki bangsa ini tetapi hanya sedikit dari mereka yang memiliki kemauan dan kepedulian untuk memberi  mamfaat kepada sesamanya.Untuk apa orang pintar  dan cerdas kalau hanya bermamfaat bagi kepentingannya sendiri ,sementara dilain pihak banyak saudaranya yang membutuhkan uluran tangannya.Jika hanya kriteria akademis yang kita gunakan untuk mengukur prestasi  sosok seseorang teladan ,jelas itu tidak cukup.Untuk itu perlu diperhatikan,beberapa kriteria lain untuk menilai sosok teladan secara utuh .Tidak dipungkiri bahwa kriteria akademis ini penting untuk menilai prestasi seseorang,tetapi harus didampingi dengan kriteria lain seperti Demokratis,humanis ,dan tentu saja moralitas.
Sosok seseorang yang demokratis berarti pribadi yang penuh toleransi,mau menerima perbedaan disekitarnya dan peka terhadap anspirasi orang lain .Hal ini sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa yang nantinya akan terjun untuk mengamalkan ilmunya baik di lingkugan krja maupun lingkungan masyarakat disekitarnya.Sosok yang demokratis akan lebih mudah dan fleksibel bergaul dengan sesamanya.Ditengah orang-orang yang memiliki kemampuan akademis berbeda,dia akan mampu menempatkan dirinya sebagai sosok yang aspiratif dan toleran.Dia tidak akan menempatkan dirinya seolah-olah orang paling pintar,pendapatnya paling benar,sebagaisumber rujukan,tidak maumenerima pendapat pihak lain,meremehkan orang lain dan sikap-sikap egois lainnya.
Kriteria berikutnya adalah Humanis.Sosok yang humanis memiliki kepekaan sisi-sisi kemanusiaan orang lain,mampu berempati terhadap sesamanya,dan senantiasa mengedepankan jalan damai dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.Kekerasan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan kita.Sosok manusia teladan yang menjadi suri tauladan dan panutan dari mahasiswa lainnya selayaknya dalah orang yang humanis.Banyak orang yang mengabaikan hal ini Di zaman seperti sekarang ini sudah semakin sulit untuk mencari orang yang memiliki empati terhadap sesamanya.
Moralitas sudah menjadi barang yang mahal,langka,dan diabaikan di negeri ini.Orang sudah tidak malu lagi untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermoral sekalipun.Sebagai contoh dari berita di berbagai media massa menginformasikan pada kita bagaimana tindakan korupsi sudah menggurita di Negeri ini.Korupsi sebagai sebuah tindakan yang tidak bermoral,sudah tidak membuat malu para pelakunya.Selain itu integritas moral juga menjadi masalah serius bagi pemimpin di Negeri ini,seperti para pejabat Negara dan para Wakil rakyat.Mereka yang memiliki jabatan dan kekuasaan tetapi tidak memiliki integritas moral yang tinggi cenderung akan menyelewengkan jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi.Kekuasaan tanpa integritas moral yang tinggi akan cenderung KORUP.(Madridista)